Makna Perjanjian Pernikahan Keluarga Kristen di Tengah Tantangan Perceraian

Penulis

  • Dr. Obden Sumero Odoh, M.Pd.K. STT LETS Penulis

Kata Kunci:

Pernikahan Kristen, Perjanjian Allah, Perceraian, Teologi Keluarga, Pastoral Gereja

Abstrak

Pernikahan Kristen dipahami sebagai relasi perjanjian kudus yang menempatkan Allah sebagai pihak utama dalam penyatuan suami dan istri. Artikel ini bertujuan mengkaji secara teologis makna pernikahan Kristen sebagai ikatan perjanjian serta relevansinya dalam merespons meningkatnya konflik rumah tangga dan angka perceraian dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis terhadap teks-teks Alkitab yang berkaitan dengan pernikahan dan perjanjian dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, disertai telaah kritis atas literatur teologi keluarga Kristen. Pembahasan difokuskan pada konsep perjanjian dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, relasi Kristus dan jemaat sebagai paradigma teologis pernikahan, serta implikasi etis dan pastoral bagi kehidupan keluarga Kristen masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pernikahan Kristen tidak dapat direduksi menjadi kontrak sosial semata, melainkan merupakan relasi perjanjian yang menuntut komitmen seumur hidup, kesetiaan, kekudusan, mutualitas, keintiman, dan eksklusivitas. Disimpulkan bahwa pemahaman teologis mengenai pernikahan sebagai perjanjian Allah menjadi fondasi strategis bagi pembinaan keluarga Kristen melalui pembinaan pranikah dan pendampingan pastoral gereja, sehingga keluarga mampu bertumbuh dalam spiritualitas, pelayanan, serta tanggung jawab sosial di tengah dinamika zaman.

Referensi

Alkitab. (2017). Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Efferin, L. (2001). Memulai dan membangun keluarga bersama. Malang: Literatur SAAT.

Gary Thomas, Sacred Marriage (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2013), 45.

Kompasiana. (2019). Fenomena kawin kontrak.

Lewis B. Smedes, Sex for Christians (Jakarta: Nafiri Gabriel, 2000), 29.

Lily Efferin, Memulai dan Membangun Keluarga Bersama (Malang: Literatur SAAT, 2001), 55.

Myles Munroe, The Power of Love and Marriage, 3rd ed. (Jakarta, 2011), 112.

Munroe, M. (2011). The power of love and marriage (3rd ed.). Jakarta.

Merdeka. (2019). Faktor penyebab perceraian.

Rick Warren, The Purpose Driven Life (Jakarta: Gandum Mas, 2005), 87.

Smedes, L. B. (2000). Sex untuk orang Kristen. Jakarta: Nafiri Gabriel.

Situs web: Hukumonline. (2018). Melihat tren perceraian dan dominasi penyebabnya.

Smartlegal. (2018). Tiga provinsi dengan jumlah perceraian tertinggi.

Thomas, G. (2013). Sacred marriage. Yogyakarta: Yayasan Gloria.

Warren, R. (2005). The purpose driven life. Jakarta: Gandum Mas.

Yehtie, B. (2019). Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti kelas XI. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Unduhan

Diterbitkan

29-Apr-2026