Peranan Teologi Modern dalam Pertumbuhan Gereja di Indonesia
Kata Kunci:
Teologi Modern, Pertumbuhan GerejaAbstrak
Teologi modern memberikan pendekatan baru terhadap pemahaman iman dan pelayanan gereja. Di Indonesia, teologi modern menjadi alat penting untuk menghadapi tantangan zaman, seperti globalisasi, pluralisme, dan perkembangan teknologi. Artikel ini membahas bagaimana teologi modern berkontribusi terhadap pertumbuhan gereja di Indonesia dengan pendekatan kontekstual yang relevan. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup literatur akademik, wawancara, dan analisis kasus. Para pemimpin gereja yang diwawancara adalah dari GYKT, GPI, GBI, GKII dan GPIA. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi teologi modern ke dalam pelayanan gereja menghasilkan peningkatan relevansi, partisipasi jemaat, dan pengaruh sosial.
Referensi
A. Abdillah dan Z. Muttaqin, "Pluralisme dan Harmoni Sosial di Indonesia", dalam Jurnal Agama dan Kebudayaan Indonesia (2020).
Alister E. McGrath, Christian Theology: An Introduction (2011).
Alister E. McGrath, Science and Religion: An Introduction (1999).
Anderson, R. S. (2001). The Shape of Practical Theology: Empowering Ministry with Theological Praxis. IVP Academic.
Bevans, S. B. (2002). Models of Contextual Theology. Orbis Books.
Bryant L. Myers, Walking with the Poor: Principles and Practices of Transformational Development (1999).
C. Peter Wagner, Church Growth and the Modern World (1998).
C. Peter Wagner, Strategies for Church Growth (1987).
David Bosch, Transforming Mission: Paradigm Shifts in Theology of Mission (1991).
Donald A. McGavran, Understanding Church Growth (1970).
Eka Darmaputera, Panggilan Kristen di Tengah Globalisasi (2001).
Gibbs, E., & Bolger, R. K. (2005). Emerging Churches: Creating Christian Community in Postmodern Cultures. Baker Academic.
Harun Hadiwijono, Teologi Kristen dalam Konteks Indonesia (1973).
Harvie M. Conn, Eternal Word and Changing Worlds: Theology, Anthropology, and Mission in Trialogue (1984).
Heidi Campbell, Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Media (2012).
Hoon, C. (2017). Asian Christianity and Theology in the Context of World Christianity. Fortress Press.
Jan S. Aritonang, Sejarah Perjumpaan Injil dan Kebudayaan di Indonesia (2004).
John Maxwell, Developing the Leader Within You (1993).
John Polkinghorne, Belief in God in an Age of Science (1998).
Jürgen Moltmann, Theology of Hope (1967).
Kara Powell & Chap Clark, Sticky Faith: Everyday Ideas to Build Lasting Faith in Your Kids (2011).
Lamin Sanneh, Translating the Message: The Missionary Impact on Culture (1989).
Miroslav Volf, Exclusion and Embrace: A Theological Exploration of Identity, Otherness, and Reconciliation (1996).
Nico Syukur Dister, Inkulturasi dan Teologi Kontekstual (2006).
Paul Tillich, Dynamics of Faith (1957).
Rene Padilla, Holistic Mission: God's Plan for God's People (2010).
Roland Robertson, Globalization: Social Theory and Global Culture (1992).
Sidney Jones, Intolerance and Religious Freedom in Indonesia (2013).
Stephen Bevans, Models of Contextual Theology (2002).
Stephen Neill, A History of Christian Missions (1964).
Sutanto, N. R. (2020). Teologi Kontekstual: Relevansi dalam Pluralisme Indonesia. Kanisius.
Timothy Keller, Center Church: Doing Balanced, Gospel-Centered Ministry in Your City (2012).
Yewangoe, A. A. D., Teologi Kontekstual di Indonesia (1987).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tumpahan Manik, M.Th. (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.